Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sister School SD Unggulan Aisyiyah Bantul, Langkah Awal Siswa Menggenggam Dunia

Tahun 2019 ini, program terkeren, bergengsi, dan program pembeda SD Unggulan Aisyiyah Bantul dengan sekolah lainnya telah terlaksana. Ya, Program Sister School. Program dua tahunan ini pun terasa sangat istimewa karena dilaksanakan exclusive sendiri tanpa berbarengan dengan sekolah lain. Sister school kali ini menjadi yang terbesar karena diikuti 33 siswa 5 guru pendamping, 1 guru, dan mitra kerjasama dari Medina As-Salam. Program sister school sendiri memiliki tujuan studi banding pembelajaran di luar negeri, pertunjukan budaya, kerjasama pendidikan, praktik kemandirian dan berbahasa.

Setelah melalui promosi ke siswa dan orang tua melalui brosur, testimoni siswa, sosialisasi ke wali, audiensi ke Bupati Bantul, akhirnya sister school dilaksanakan tanggal 16 sampai 21 September 2019 di 3 negara yaitu Singapura, Thailand dan Malaysia.

Para duta berfoto di Changi Airport, Singapura

Hari pertama

Setelah bertolak dari Bandara Adisucipto, rombongan terbang menuju Singapura. Para duta mengunjungi Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah di Singapura. Sungguh pengalaman yang terasa luar biasa karena bisa berjumpa dengan saudara-saudara seperjuangan dalam beramar makruf nahi munkar. Setelah disambut dengan ramah, semua duta menyimak sajian perjuangan saudara sepersyarikatan di negara Singapura. Setelah itu, para duta mengunjungi ikon Singapura, Patung Merlion di Marina Bay. Daerah metropolitan yang penuh gedung bertingkat, kota yang bersih dan modern

 

.

Hari Kedua

Awal hari kedua, para duta para duta mengunjungi sekolah Islam internasioanal, AIU International School di negara bagian kedah Malaysia. Sekolah yang memadukan kurikulum internasional dan keislaman. Meskipun relatif masih baru namun AIU International School sudah memiliki gedung yang megah, siswa dari berbagai negara dan program-program pendidikan yang layak ditiru seperti penerapan tuntunan agama dalam kehidupan sehari hari. Kemudian para duta melanjutkan perjalanan sekitar 1.000 km menuju Hatyal, kota di Thailand Selatan.

 

Hari Ketiga

Tujuan hari ketiga adalah mengunjungi South International Hatyal School, Sebuah sekolah ineternasional di Thailand Selatan) Para duta mengikuti pembelajaran di kelas kelas yang disampaikan oleh guru dengan bahasa pengantar bahasa Inggris. Selain mengikuti pelajaran di kelas, siswa juga melakukan cultural performance berupa tari tradisional yang disajikan secara kolosal, lagu Manuk Dadali dengan iringan musik angklung, biola, dan rebana, serta, menyanyi tunggal lagu Bengawan Solo dan Tanah Air Indonesia.

 

Hari Keempat

Para duta menempuh perjalanan menuju Malaysia. Kemudian Para duta mengunjungi icon kota Kuala Lumpur, Petronas Twin Tower, Salah satu gedung tertinggi di V dunia. Setelah berfoto dan mengabadikan momen kebersamaan, para duta menuju Tanah Merdeka, tempat yang bernilai sejarah bagi negara Malaysia.

Hari Kelima

Hari ini para duta mengunjungi Nuh’s — Ark Islamic Montessori School. Sekolah ini menerapkan kurikulum dari seorang filsuf terkenal benama Montessori. Di sekolah ini, pembelajaran dikemas sederhana berbasis paket-paket materi. Siswa dianyatakan lulus jika menyelesaikan semua paket materi. Pembelajaran di sekolah ini juga terasa menyenangkan karena pembelajaran lebih banyak yang outing class berbasis alam sekitar. Siswa juga tidak terbebani dengan adanya penilaian ataupun ujian nasional. Selanjutnya para duta menuju culture matic show, suatu tempat untuk melihat pertunjukan kesenian dan budaya Malaysia. Sejumlah tarian dan lagu daerah dipertontonkan dalam pertunjukan tersebut.

Hari Keenam

Hari terakhir program Sister School, para duta mengunjungi Istana Negara Malaysia di daerah Putrajaya. Tempat Perdana Menteri Mahathir Muhammad berkantor. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Kuala Lumpur Airport untuk menuju ke Indonesia kembali Pelajaran yang dipetik.

Banyak hal yang diperoleh selama program ini berlangsung, antara lain bisa melihat langsung praktik penerapan pendidikan karakter maupun religiusitas yang tampak dalam pembiasaan-pembiasaan baik dari ketiga sekolah tersebut. Para duta juga belajar mandiri dan tanggung jawab melaksanakan kewajiban sholat dalam keadaan safar.

Manfaat lain adalah para duta diperkenalkan dengan dunia internasional. Para duta dapat mempraktikkan komunikasi Bahasa Inggris, melihat budaya dan karakter yang dapat diteladani dari luarnegeri seperti disiplin, kebersihan, kerja keras, dan menghargai sehingga sangat terasa bahwa kegiatan ini dapat melatih keterampilan anak di abad 21, yakni keterampilan komunikasi dan kerja sama.

Leave a Reply

Jalan Wakhid Hasyim No. 60
Sanggrahan Ringinharjo Bantul
Yogyakarta 55713

Visitor Counter

Login

Iqra Library SD Unggulan Aisyiyah Bantul © 2021. All rights reserved.